Suasana pedesaan sepanjang perjalanan itu ada di Kopeng

Libur panjang datang lagi, setelah ujian semester sekolah dan Natal tahun 2018 ini, aku rasa tidak ada salahnya jika kita manfaatkan untuk berlibur. Jangan hanya menikmati liburan di destinasi yang kita tuju, tidak ada salahnya jika kita juga menikmati perjalanannya, Nah..bagi kamu yang tinggal di Kota Semarang dan ingin bepergian ke Jogja, aku rasa ini jalur alternatif yang perlu banget di coba, yaitu jalur Kopeng. Cukup longgar, jauh dari kemacetan di tambah sejuk angin pegunungan. Sesekali matikan AC mobil dan biarkan udara luar masuk ke setiap sudut kabin mobilmu. Udara dingin pegunungan serasa AC bersuhu 21°C, dan memang segitu rata-rata suhu di siang hari. Lebih dingin dibandingkan suhu AC di kantor yang sering diatur sekitar 22 - 23°C setiap menjelang tengah hari. Bisa kita bayangkan untuk pagi dan malam hari, tentu akan jauh lebih dingin. Pengalamanku sendiri yang pernah menginap di daerah Pakis, suhu udara di malam hari bisa mencapai 7°C, 2 jaket tebal baru bisa menghangatkan tubuh kala itu. Namun khusus siang hari, ini justru anugrah tersendiri. Segar.
Suasana Pedesaan Kopeng
Jalur yang cukup sepi, jarang sekali ditemui bus-bus besar dan truk-truk pengangkut pasir seperti yang sering kita jumpai di jalur utama Semarang-Jogja. Hanya beberapa minibus berukuran sedang dan sesekali truk tanpa muatan melintas. Kebanyakan kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor. Bagi orang-orang Salatiga dan Kota Magelang, ini adalah jalur favorit mereka, potong kompas, demikian biasanya mereka menyebut untuk jalur pintas. Memang tidak diragukan lagi keindangan alam pegunungan yang terletak di kaki Gunung Merbabu ini. Jika kamu beruntung yaitu disaat cuaca cerah tanpa kabut kita akan bisa menyaksikan 4 gunung sekaligus yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran dan Gunung Sumbing. Di saat kamu masuk ke jalur ini dari arah Salatiga, kamu bakal langsung disuguhi berbagai hotel dan vila di sisi kanan dan kiri jalan, setelahnya di sebelah barat akan terlihat jelas Gunung Ungaran, kemudian secara berurutan akan terlihat Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan terakhir sebelum masuk Magelang akan tampak Gunung Merapi. Setiap gunung muncul seakan menyambut perjalananmu. Kondisi jalan yang memang sudah beraspal, jarang ditemukan lubang menjadikan perjalananmu bakal lebih asik.

Jangan terlalu laju kendaraanmu. Pelankan sedikit, nikmati keindahan alam pegunungan. Setelah Kopeng kita akan masuk ke Desa Ngablak, ini merupakan desa paling ujung di Kabupaten Magelang yang berbatasan langsung dengan Kota Salatiga. Di puncaknya kita akan mendapati satu tempat yang unik terbuat dari bambu disusun bertingkat, kita bisa menaikinya untuk menikmati view pegunungan dari atas bukit. Cukup menyita tenaga, kita harus meniti anak tangga berwarna-warni kemudian di sebelah kanan akan kamu jumpai pintu masuk menuju pertapan yang terbuat dari bambu ini. View-nya sangat indah, Masyarakat setempat menyebutnya Pertapan Surogendero. Jangan lupa kamera disiapkan untuk mengabadikan pemandangan dari atas bukit. 

Suasana pedesaan sepanjang perjalanan itu ada di sini, Kopeng. Sering banget kita bakal menemukan orang-orang lokal membawa hasil bumi berupa sayuran yang akan mereka bawa ke pasar. Kitapun bisa membelinya dengan harga yang masih murah, langsung dari para petani. Jangan heran kalau banyak ibu-ibu menggendong sayuran yang diikat super jumbo, menyusuri jalanan berbatu hingga ke pasar. Itulah mereka. 

Untuk mencapai lokasi ini, sangat disarankan menggunakan kendaraan pribadi entah mobil atau sepeda motor. Jika hanya ingin solo traveling, aku rasa motor adalah pilihan terbaik, kita bisa berhenti di setiap spot photogenic, sekedar melepas lelas sebentar dan foto sana-foto sini, upload sana dan upload sini. Jaringan 4D sangat lancar, bagi kamu pengguna Telkomsel, aku belum coba untuk provider lain ya. Jadi meskipun di atas bukit pedesaan yang jauh dari perkotaan kita tetap stay connected Instagram, blog, dan media sosial lainnya. Jadi jangan khawatir, kita bisa bikin live report langsung kok di sini. Meskipun aku merekomendasikan menggunakan kendaraan pribadi, bagi kamu yang ingin memanfaatkan kendaraan umum juga bisa. Sangat mudah, bagi yang melakukan perjalanan dari Semarang, kamu bisa berhenti di Kota Salatiga kemudian cari saja bus-bus kecil ke arah Kota Megalang. Begitupula sebaliknya, bagi yang dari Kota Magelang (termasuk Jogja) yang ingin ke Salatiga dan Semarang bisa naik bus yang sama dari terminal Soekarno-Hatta Magelang dan pasti akan melewati jalur ini. Tarif-nya tidak mahal sekitar Rp. 10.000,-. 

Bagi yang ingin ngirit, no-budget, ada lho alternatif lain yaitu numpang truk pengangkut sayuran orang setempat yang sering banget datang saat pagi hari di Semarang (depan Javamall) sekitar jam 03.00 pagi mereka bongkar muatan dan jam 06.00 biasanya sudah mulai kembali ke desa. Orang-orangnya sangat baik, bisa dipastikan bakal tidak akan menolak jika ingin menumpang. Meskipun begitu sangat disarankan tetap memberi uang ongkos seperlunya sekedar untuk membeli rokok dan minum teh anget. 

...
Share: