Lotek pedotan: jelajah kuliner Magelang

Menjelajah kuliner Magelang, rasanya belum lengkap sebelum menikmati lotek pedotan. Hanya dengan Rp. 10.000,- untuk setiap porsinya, kita sudah bisa menikmati sayuran segar plus bumbu kacang. Bagi yang suka lalapan mentah, sayur mentah tanpa dimasak, ini menjadi alternatif yang patut dicicipi. Termasuk bagi pecinta pedas, kita bisa menentukan sendiri levelnya dengan jumlah cabai rawit setan gede-gede. Selain sayuran, biasanya juga ada gorengan yang dipotong kecil-kecil kemudian kerupuk yang ikut dicampur bersama sambel kacang di cobek raksasa berdiameter lebih dari 30 Cm. Rasanya yang memang membuat kita ingin berlama-lama duduk di korsi bambu khas desa, lengkap dengan dawet cendol manis gula jawa.
Lotek pedotan, Salaman
Suasana desa memberikan nilai tambah kuliner khas Salaman ini. Di belakang warung masih terhampar luas areal pertanian cabai. Di sebelahnya ada tukang potong rambut yang sudah melegenda dan di depannya ada bengkel sepeda motor. Tidak jarang orang-orang yang datang ke warung sederhana ini adalah mereka yang sedang 'mbengkel' atau memang menyempatkan diri ke sini termasuk aku. Benar-benar jauh dari keramaian, masuk sekitar 3 - 4 km dari pusat keramaian Kecamatan Salaman. Menjadikan kuliner satu ini terkenal bukan karena lokasi tetapi kare rasa dan porsi. Jumbo porsinya, satu piring penuh menggunung. Bikin perut penuh terisi. Jangan lupa krupuk udangnya juga patut dicoba.

Nama pedotan sendiri diambil dari nama daerahnya, Pedotan berasal dari kata dasar 'pedot' artinya putus. Kata ini muncul sejak lama, puluhan tahun lalu disaat jembatan penghubung Desa Salaman dengan Desa Teki terputus atau 'pedot'. Kejadian ini dijadikan pengingat oleh masyarakat setempat menjadi nama daerah.
Share: