Strada Coffee: nikmati kopi langsung dari maestronya

Sering sekali mengunjungi cafe yang berlokasi di Jl. Letnan Jenderal S. Parman No.47A, Gajahmungkur, Kota Semarang ini sekedar bertemu teman, 'mengungsi' dari rutinitas dan tentunya bekerja. Meskipun sering bekerja di sini bukan berarti saya adalah barista ataupun karyawan di cafe yang menyajikan aneka kopi nusantara ini. Pertama kali kesini karena ajakan seorang teman yang kebetulan hampir seminggu minimal sekali menguras dompetnya untuk secangkir kopi gayo tubruk. Dari seluruh cafe yang terus tumbuh di daerah Tembalang dan Semarang pada umumnya, memang cafe satu ini patut menjadi salah satu rujukan. Bukan hanya menikmati pahitnya kopi tetapi nyamannya tempat menjadi pilihan tersendiri. 

Menikmati Matcha Latte di Strada Cafe
Setiap kita membuka pintu cafe kita langsung akan menjumpai berbagai peralatan pengolahan kopi dari alat sedu hingga penggilingan kopi. Di sebelah ujung bagian selatan, kita jumpai alat besar sekali, sesekali ada orang yang menggunakannya seperti orang-orang yang bekerja di laboratorium menggunakan mikroskop. Entah apa nama alat ini, saya tidak tahu. Tepat disebelahnya adalah tempat para barista bekerja. Mungkin  dapur atau workshop mereka. 

Jika beruntung, kita juga akan disuguhi video profil Strada dan ownernya yaitu Evani Jesslyn, sang maestro kopi. Di video yang terus diputar berulang kali ini pengunjung disugihi informasi mengenai perjalanan Evali menjalankan usahanya saat memilih kopi, menjadi tamu di berbagai acara TV hingga yang terakhir yaitu menyuguhkah secangkir kopi langsung ke Presiden Joko Widodo di istana negara. Profil yang cukup lengkap!

Khusus saya, yang menjadi menu favorit adalah Matcha latte, kopi Gayo Tubruk dan Stik Pisang. Di kala saya ke sini, selalu saja di antara 3 menu itu yang dipesan. Kopi gayo tubruk di Strada memang tidak jauh berbeda dengan yang pernah saya rasakan langsung di bumi Aceh tepatnya di puncak Gunung Geurutee Aceh. Di puncak gunung ini, kopi gayo tetap yang nomor 1 dan yang nomor 2 adalah di Strada Cafee. Ini menurut saya. Selalu gayo, di berbagai cafe yang pernah saya kunjungi selalu saya menanyakan apakah menyediakan kopi Gayo? Jika iya, pasti itu yang saya pesan. After taste, rasa kecut, asam khas Gayo belum bisa digantikan cita rasa kopi yang lain. Meskipun kopi lintong dan kopi Temanggung juga memberikan cita rasa yang relatif sama yaitu asam. 

Jam 10.00 pagi hingga 00.00 setiap harinya, cafe ini dibuka. Biasanya mulai jam 11.00 para pecinta kopi silih berganti mulai berdatangan. Harga normal cafe yaitu kisaran di bawah Rp. 50.000,- untuk setiap cangkirnya. Harga pastinya, saya lupa tidak pernah memperhatikan. Yang diperhatikan biasanya hanya total harga saat akan membayar. Jadi khusus review harga bisa digoogling langsung atau bisa cek di go-food. Ada kok. Untuk lokasinya bisa dicek langsung di map bawah ini.



Share: