, ,

Suramadu Penyambung Cita Rasa Sinjay

Hai fellas..

Gimana apakah sudah berangkat liburan lagi?? Kayanya pengen rasanya tiap hari isinya jadi traveller dan menulis. Disamping itu, saya masih punya mimpi untuk single traveller. Kemana aja, tempat yang menarik untuk dijalani karena travelling itu ga harus mahal kan, seandainya kita bisa berhemat diperjalanan juga kita tetap aja perjalanan kita bakal menarik.

Oke cerita saya kali ini, tentang Surabaya. Sura dan Baya ada simbol dari ibukota provinsi Jawa Timur ini. Gw kesana untuk menghadiri acara dengan beberapa teman kantor kami. Ada beberapa kesan yang menarik waktu gw sampai ke kota dengan ikon ikan hiu dan buaya ini. Begitu rombongan sampai di malam hari kesan yang saya dapatin dari kota itu ada tenang dan menyenangkan. Jalanan disana cenderung lebar dan dimedian jalan pasti terdapat Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang lumayan luas. Kondisi tersebut jarang sekali terjadi di kota-kota besar di Indonesia, bahkan mungkin di ibukota Jakarta bahkan median yang sangat rindang dan tertata rapih hanya disebagian jalan utama saja. Berbeda dengan Surabaya dimana-mana taman di median jalan atau bahkan sekedar RTH yang cukup luas konsisten bahkan untuk daerah yang jauh dari pusat kota. Bahkan taman di median jalan tak jarang terdapat aktivitas untuk sekedar bermain atau sekedar ngobrol. Salut dengan Ibu Wali!! Oke mungkin konsepnya sama dengan Bandung yang fokus untuk menyediakan ruang khusus yang diciptakan peruntukkannya sebagai kawasan taman ataupun tempat aktivitas khusus. Tapi ide ini cukup kreatif dimana menciptakan ruang-ruang terbuka disepanjang jalan (yang pasti pemiliknya adalah pemerintah) dimana juga dapat mengurangi polusi dan panas yang ada di suatu kota. Mungkin sedikit saran saja kedepannya dapat menciptakan ruang terbuka biru yang juga dapat mengimbangi curah hujan kota Surabaya yang cenderung rendah.

Source: Dokumentasi Pribadi
Berbicara tentang curah hujan, Kota Surabaya bisa dibilang sebagai kota yang luar biasa PUANAAASSS sekalii... ruang terbuka biru mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk memberikan evaporasi terhadap udara sehingga menghasilkan bulir - bulir hujan di Kota Surabaya. Jadi waktu kami disana kami melakukan perjalanan menuju Pulau Madura melalui Suramadu. Yaps, Jembatan terpanjang ketiga di Asia Tenggara itu, memiliki kharisma yang sulit dijelaskan dengan kata-kata siih. Saya yang baru pertama kali datang ke Surabaya dan melalui jembatan itu cukup terkagum karena secara design jembatan itu sangat mirip dengan Tower Bridges. Iya Tower Bridges di Inggris. Luar biasa keren banget. Trip siang itu melalui selat madura dengan lancar karena kabarnya seandainya angin cukup kencang ada larangan untuk melalui jembatan tersebut. Tapi ya siapa ngerti hehe. Untuk melalui jalan tol sepanjang 5,4 Km ini kita hanya butuh merogoh kocek 15 ribu rupiah aja untuk berkendara dengan mobil. Jadi kalau mau jalan jalan ke Pulau Madura cukup murah kan kalau berkendara dengan mobil. Atau apabila para backpacker ingin menyewa motor bias juga melalui jalan tersebut dengan biaya GRATIS alias FREE. Selain dengan mobil atau moto untuk mencapai Pulau Madura kita juga bisa menggunakan kapal feri. Kita akan melalui pelabuhan paling besar di Surabaya yaitu Tanjung perak seandainya mengunakan feri untuk menyebrang menuju dan dari Surabaya. Di kapal akan menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan dan memiliki kesan sendiri siih seandainya menggunakan feri. Tapi sayang rombongan saya tidak naik feri hari itu.
Pertama kali menjajakan kaki di Pulau Madura adalah pulau tersebut termasuk pulau yang tidak terlalu berkembang dibandingkan beberapa pulau yang termasuk besar di Indonesia, seperti bangka ataupun belitung atau bahkan pulau pulau kecil di kepulauan seribu. Pada saat keluar tol Suramadu, pulau yang ditahun 2015 sempat digadang-gadang untuk dijadikan provinsi baru di Indonesia ini, terlihat memiliki penduduknya yang masih terbilang sangat jarang, dan jarak untuk kita bertemu rumah dari satu lokasi lumayan jauh. Padahal kalau kita lihat bukan termasuk daerah yang tandus, masih ada beberapa pekerjaan pertanian disana, namun seperti kota yang tidak punya aktivitas ekonomi yang besar. Bahkan Kementerian PU punya lahan yang cukup besar disana tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal menarik yang dapat ditemui dari Pulau Madura adalah kuliner Bebek Sinjay dan juga skyline Kota Surabaya yang dapat dinikmati dari pinggir Selat Madura tersebut. Luar biasa, seandainya itu dapat dikelola dengan baik pasti akan dapat menjadi tempat pariwisata yang menarik seperti Jembatan Ampera di Kota Palembang. Kenapa demikian, karena dilihat di siang hari saja skyline tersebut dapat terlihat dengan jelas walaupun karena jarak jadi terlihat sangat kecil. Namun apabila malam dan tempat tersebut dikelola dengan baik saya yakit tempat tersebut akan menjadi daya Tarik tersendiri atau bahkan dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi baru untuk masyarakat Madura pada khususnya. Fotonya gw bagi dibawah sini yaa..



Source: Dokumentasi Pribadi
Edited by: Cipta



Keren ga?? (Itu jadi lebih keren karena peran editan temen gw. Aslinya gw mah bukan orang yang bisa fotografi hehhee... Jadi nikmatin aja yang ada ya, hihihii....) Lanjut ke Bebek Sinjay ya.. Tempat makan ini adalah tempat makan yang RUAAAMEENEEE PUUOOLL sampe bingung nyari tempat duduk dong. Ngantri belinya aja panjang banget, belum lagi ngantri ngambil makannya. Warbiasyahh pokoknya. Eits, tapi jalan salah tempat ini cukup worth it loh untuk dikunjungi selagi kita mampir ke Pulau Madura. Menu utamanya bebek goreng, kalau Bahasa Surabayaan tuh bilangnya "iwak bebek", ahhaa.. Iwak ( red : artinya ikan dalam Bahasa jawa ) atau bebek siih pak hehee... Tempat makan itu memang tempat makan yang ramai sepanjang masa. Menu favoritnya pastinya ya bebek kawan, udah ga ada yang lainnya. Pertama masuk kesana hal yang perlu dilakukan adalah dibagi menjadi 2 tim yang 1 adalah pengantri pesan makanan dan yang lainnya mencari bangku kosong untuk duduk. Karena antrian panjang jadi ga semua orang kebagian tempat duduk. Terpaksa harus menunggu pengunjung lainnya selesai makan. Tapi ga perlu takut makanan ga bakalan datang duluan sebelum kita duduk karena setelah proses membayar masih ada lagi proses mengantri makan dan minuman. Selesai kamu bayar kamu dapat mengantri lebih dari 20 rombongan pesanan. Luar biasa magis banget kan makan dengan kerumunan orang begitu. Kepikiran ga berapa omzet Pak Sinjay seharinya? Hhahaha.. Khasnya selain bebek tadi sambal manga yang dimakan bersama bebek goreng berserundeng tersebut. Kabarnya kalau manga sedang sulit sambal itu juga dicampurkan dengan kedondong. Tapi itu sensasinya enak banget siih asin gurih ditambah dengan kecut kecut yang menyegarkan dari manga ataupun kedondong dari sambalnya. Pokoknya kalau udah sampai Pulau Madura harus mampir kesini. 

Kesan menarik banget makan Bebek Sinjay yang dihubungkan dengan jembatan Suramadu, sehingga lebih mudah untuk menjangkaunya hehe.. Seandainya adalagi kegiatan ekonomi yang dapat menjadi trademark ataupun pertumbuhan ekonomi baru pasti Pulau Madura dapat menjadi salah satu pulau yang potensial dimana telah dihubungkannya pulau tersebut dengan Ibukota Provinsinya, Surabaya. Jadi, jangan lupa main - main ke Meduro yo Rek kalau ke Surabaya.

See ya fellas.. :)

Share: