Malaysiaa Story.....

Saya dan tim sebenernya punya blog pribadi dan blog ini sebenerya media untuk kami sharing tentang banyak pengalaman yang kami dapat dari perjalanan yang udah kami lakuin sebelumnya. Mau cerita sedikit aja tentang terbentuknya tim ini. Buat gw pribadi, tim ini ada tim paling nyaman dan paling kece yang pernah ada. Gw pribadi merasa tim ini selalu memberikan energy positif untuk gw terus berkembang, banyak banget energy yang disebar untuk tim maupun untuk pribadi, semoga tim ini terus jadi tim solid yang banyak memberikan pengaruh positif yaa....

Okay kami sepakat tema dari blog ini terkait dengan traveling yang pernah kami lakukan. Okay gw akan mulai dari trip saya dan mba Nikmah ke Malaysia. Kenapa kami kesana? Kami ke Malaysia lebih tepatnya ke Kuala Lumpur untuk join acara UN - Habitat Ninth World Urban Forum (WUF9). Mungkin temen-temen juga pada dengar tentang acara Akbar itu dan sebagian mungkin menghadiri acara tersebut. Sebenarnya gw juga udah sharing beberapa cerita tentang materi WUF9 dan kebodohan traveling ke KL juga di blog gw. Tapi ini gw share yang agak sedikit berbeda ya..

Kesan Pertama
Kesan pertama ke KL setelah sekian lama ga pernah travel ke luar negeri adalah KL jadi semakin semakin semakiiinn lebiiihh kereen dari tahun 2012 lalu gw kesana untuk backpackeran. Apa bedanya? waktu 2012 masih banyak banget pekerjaan prasarana yang lagi dikerjakan, kaya MRT, Halte-halte yang terintegrasi dan ini sudah semakin rapih. Atau mungkin dulu gw tinggal di pinggiran kota (tepatnya di little india), kalau ini di pusat kota ya jadi semuanya terkesan rapih. Semua jalur pedestrian sudah terintegrasi langsung dengan halte bus dan juga pintu masuk LRT dan MRT. Dan yang bikin makin betah untuk jalan kaki adalah jalur pejalan kaki ( pedestrian ways) nya itu rindang banget atau kalau ga rindang ada semacam balkon yang ngehalangin sinar matahari dan hujan. Jadi kaya halte yang puanjaaaanngg banget. Itu yang hampir ga ada di pedestrian ways di Indonesia kayanya. Jadi kalau hujan ya kita bias neduh dan kalau panas ya ga bakalan kepanasan banget. dan itu adalah first impression yang menarik buat gw sih.

Perjalanan ke Kota dari Bandara memang agak jauh siih dan kita harus melewati beberapa pintu tol yang harus otomatis dibayar pakai e-money ( karena Malay akan menuju SMART NATION jadi semua transaksi diusahakan dengan emoney). Sepi dan panjang banget jalan tol itu dari Kuala Lumpur International Airport ( KLIA). Waktu itu dengan uber kita hanya bayar sekitar 90RM yaa karena waktu itu ber3 kita habis sekitar 30RM yang lebih murah daripada kita naik KLIA Express sekitar 55RM. Waktu itu karena delay kita sampai sana sekitar jam 1 malam dan kereta terakhir KLIA Express juga hanya sekitar jam 1 malam kayanya. Jadi naik uber adalah pilihan terbaik.

Malaysia bukan seperti Singapura ya, yang kotanya hidup 24 jam. KL sekitar jam 2 malam ketika kami sampai memang beberapa toko masih ada yang buka tapi tidak semuanya tapi kotanya relative lebih sepi bahkan sepi banget kalau udah lebih dari jam 11 malam. walaupun waktu itu kami tinggal dekat dengan pusat kota. Hampir dekat posisinya dengan Twin Tower dan KL Tower. Mirip dengan suasana malam di Jakarta lah, masih ada beberapa took buka tapi sebagian besar sudah tutup. Tapi begitu pagi mulai keliatan banget kalau acara UN ini super besar banget, karena banyak sekali ornament kota yang jadi berwarna ungu dan bis bis bahkan promosiin ungu, sebagian besar orang yang kami temui dijalan pasti pakai nametag dengan tali ungu yang tandanya mereka adalah bagian dari kegiatan WUF9 UN - Habitat.

Malam yang berkesan yang bikin gw ga mau pulang itu justru baru sadar dimalam terakhir. Tepatnya di Mall Suria tepat dimana kita biasa foto dengan background Twin Tower terdapat pertunjukaan air mancur setiap harinya. Disana ramai sekali turis maupun penduduk asli Malaysia. Pada plasa itu diciptakan ruang publik yang menarik dan menjadi salah satu destinasi menarik untuk menghabiskan malam sambal berfoto atau cuma ngobrol.

Transportasi
Sama halnya dengan Indonesia, transportasi public di KL juga cukup beragam. Mulai dari taksi online sampai MRT, LRT, bus, dan monorail tentunya. Dari semuanya, yang kami coba disana hanya LRT dan bus. Untuk bus, saya pribadi mencoba naik Go KL yang free. Mungkin kalau di Indonesia seperti City Tour di Jakarta yang mengantarkan pelancong ke beberapa destinasi seperti monas, dan kota tua. Tapi Go KL mengantarkan pelancong ke KLCC ke Bukit Bintang yang merupakan pusat perbelanjaan di KL. Kondisi bisnya tidak terlalu penuh dan mengantri tentunya. Semua orang dapat duduk dengan nyaman dan masih banyak kursi kosong tersisa. Jadi cukup nyaman untuk pelancong hehe...

Untuk LRT, kami mencoba menaiki LRT dari KLCC menuju pasar seni. Ongkos kesana kurang lebih 2RM atau sekitar 7ribuan. Ramenya siih bias dibilang sama siih sampe KRL di Jakarta tapi bukan yang jam sibuk ya, hehee.. Karena waktu itu kami jalan sekitar jam 4 sore. Orang yang naik LRT masih nyaman untuk berdiri maupun duduk sambil melakukan kegiatan mereka sendiri ataupun sekedar ngobrol dengan teman.

Untuk materi disana mungkin besok akan kita panjangin lagi cerita ini ya.. Karena keputus tadi jadi gw bingung mau nulis apa lagi hehe... Kalau pengen liat beberapa foto di malay mungkin bias check Instagram gw langsung (disini..). Kalau nulis blog ga langsung upload tuh rasanya gimana gitu.. jadi ini di check langsung publish.

Have a good day fellas..
Share: