, ,

Biomassa Sumber Energi yang Potensial untuk Indonesia



Sewaktu jalan-jalan ke toko buku sabtu lalu, saya tertarik pada suatu buku yang menjabarkan tentang biomassa. Kemudian muncul pertanyaan kenapa biomassa. Apa sebenarnya biomassa itu sendiri. Biomassa merupakan sumber energi, dapat menjadi sumber bahan bakar, yag dihasilkan dari bahan-bahan biologis yang terdapat dialam, seperti sampah, sisa pembuangan hewan, bahkan residu dari tanaman pangan ataupun perkebunan. Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa biomassa merupakan sumber energi yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Kemudian saya menyadari hal tersebut, karena sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah. Sumber daya alam, mulai dari tanaman yang berada di hutan hingga tanaman budidaya semuanya dapat dikembangkan sebagai sumber energi biomassa. Disamping itu, sumber energi biomassa bukan hanya dari tanaman, dari hewan juga dapat dikembangkan sebagai bahan dasar pengembangan biomassa. Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia juga memiliki banyak peternakan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Dengan adanya kebijakan pemerintah baru yang ingin mengembangan Indonesia untuk swasembada pangan, kebijakan penerapan biomassa juga dapat mengimbangi kebijakan tersebut. Adapun proses dari biomassa sendiri dapat diperbaharui dan merupakan salah satu sumber energi baru yang sustainable.

Apakah sudah dikembangkan di Indonesia?
Secara lokal biomassa dapat ditemukan di beberapa desa di Indonesia. Biomassa yang dikelola masih dalam konteks yang relatif lebih sempit seperti penyediaan biogas dari kotoran sapi ataupun sisa hasil pertanian. Indonesia telah mengembangkan konsep tersebut di beberapa wilayah di Pulau Jawa diantaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hasil pertanian yang besar sangat mendukung untuk pengembangan biomassa walaupun dalam skala kecil. Hasil pengolahan tersebut dirasakan masyarakat dalam bentuk LPG untuk kegiatan masak ataupun jaringan listrik lokal yang dirasakan beberapa blok rumah.
Indonesia secara besar telah menyusun dan berusaha mengembangkan integrasi biomassa ini di Provinsi Papua. Proyek dengan nama Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) merupakan inisasi untuk menciptakan sumber energi terbarukan di Indonesia. Provinsi Papua yang telah ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional menyimpan potensi pertanian yang cukup besar. Disamping itu, kegiatan utama di Papua merupakan kegiatan pertanian dan pertambangan. Adanya optimalisasi pertanian akan berbanding lurus untuk mengusung konsep biomassa di Papua. Pada tahun 2009 Indonesia dibantu dengan AusAid telah berhasil menyusun Kebijakan Umum Provinsi Papua untuk Mempromosikan Penanaman Modal di Bidang Bahan Bakar Nabati (BBN). Kebijakan tersebut mendukung adanya pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan pembangunan ekonomi dan sosial untuk kesejahteraan rakyat Papua. Adanya konsep tersebut juga akibat adanya prediksi adanya lonjakan permintaan terhadap bahan bakar nabati ataupun biomassa di pasar internasional. Bahan baku utama BBN yang dikembangkan pada wilayah Papua salah satunya adalah kelapa sawit. Selain Papua beberapa wilayah yang juga memiliki potensi pengembangan BBN diantaranya adalah Wilayah Sulawesi dan Bali-Nusa Tenggara. Besarnya peluang pengembangan biomassa sebagai sumber energi baru terbarukan didukung oleh anggaran pemerintah yang menyebutkan alokasi pendanaan untuk EBT mencapai 40% dari anggaran APBN yang direncanakan pada tahun 2016.


Share: