Ruang publik : jangan dilupakan?

dokumentasi pribadi, 2014
Jangan sekali-sekali melupakan perencanaan ruang publik atau public space. Merujuk pada namanya, ruang publik digunakan untuk publik bersosialisasi. Ruang ini teramat penting karena pada prinsipnya setiap orang perlu 'rekreasi' dan 'sosialisasi' dengan orang lain. Tidak menutup juga memberikan pendidikan kepada anggota keluarganya (anak-anaknya).

Dalam teori perencanaan kota dan wilayah, Patrick Geddes dalam buku terkenalnya yang berjudul Cities in Evolution menempatkan tiga kebutuhan dasar ruang yang perlu diperhatikan yaitu folk, work dan place. Flok/ kawanan dapat diartikan pula sebagai komunitas yang memerlukan ruang untuk memenuhi kebutuhan sosial mereka. Work/ tempat kerja merupakan ruang dimana manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sedangkan place adalah tempat/ rumah tinggal.

TIga kebutuhan dasar itu, kemudian berkembang yang sering dikenal dengan konsep LWP (Live-Work-Play). Tidak jauh berbeda dengan teori dasarnya, namun diyakini konsep LWP ini lebih operasioinal dan banyak didiskusikan di Amerika. Dan, konsep ini menjadi 'penyatu' pemikiran antara ilmuwan, developer dan pemerintah sebagai upaya mewujudkan ruang yang layak huni, livable dan berkelanjutan.

Kembali ke ruang publik..! Dalam lingkup itu, tentu ruang publik memegang peranan dalam lingkup FOLK atau PLAY, yaitu tempat untuk melepaskan kepenatan berupa rekreasi dan wisata. Dimana dalam lingkup psikologi, rekreasi juga masuk dalam satu kebutuhan psikologis dasar yang harus terpenuhi untuk mendapatkan kesejahteraan (well-being).

Image of Cities

Tak hanya fungsi rekreasi untuk mendapatkan 'energi' baru. Lebih dari itu, ruang publik juga bisa membentuk image atau citra kota. Salah satu kota yang sangat konsen memanfaatkan taman sebagai image of city adalah Kota Bandung dengan membuat beberapa taman tematik seperti taman jomblo, taman lansia dan sebagainya. 

Orang yang 'menikmati' ruang publik akan merasuk ke dalam memori mereka masing-masing untuk selalu diingat dan dikenang. Dan ini yang disebut dengan istilah collective memory yaitu persepsi atau penilaian berbagai orang terhadap satu obyek. Collective Memory ini yang menjadi dasar membentuk city branding.
Share: