Mengenal Permodelan Sistem Dinamik

rafamara.com
Kemampuan menstrukturkan isu dan permasalahan lapangan menjadi  salah satu kemampuan dasar yang penting dimiliki oleh perencana kota dan wilayah. Berbagai metode hingga software yang bisa digunakan, salah satunya adalah permodelam sistem dinamik. Di dalam perspektif ini, masalah dianggap sebagai suatu sistem yang akan berpengaruh dan dipengaruhi oleh unsur-unsur lain yang saling berkaitan. Sistem dinamik ini merupakan bagian dari konsep system thinking yang dapat diartikan sebagai cara memandang masalah sebagai sebuah sistem secara menyeluruh dan adanya keterkaitan antar unsur-unsur sistem atau komponen sistem.

Penstrukturan masalah berdasarkan sistem dinamik ini memiliki tiga tujuan yaitu: memahami sistem, mengoptimalkan kinerja sistem, dan memprediksi kinerja sistem. Bagaimana melakukannya? berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menyusun penstrukturan masalah berdasarkan pemodelan sistem dinamik.

Langkah 1: Pengamatan sistem sebenarnya,
Memahami sistem sebenarnya dilakukan melalui pengamatan sistem di dunia nyata yang menjadi obyek pengamata. Pengamatan terhadap obyek sistem difokuskan pada unsur-unsur yang dimiliki sistem, hubungan sebab-akibat antara unsur-unsur sistem, mengidentifikasi feedback dan ciri system dynamics lainnya dalam sistem, serta batas-batas objek sistem. Hasil pengamatan objek sistem selanjutnya diuraikan menjadi sebua deskripsi sistem.

Langkah 2: Penyusunan struktur permasalahan
Struktur permasalahan sistem (kerangka konsep permasalahan) disusun berdasarkan deskripsi sistem termasuk penjelasan kinerja sistem yang ada dalam kondisi saat ini, dan disangkakan dengan kinerja sistem yang diharapkan untuk mengetahui gap antara kondisi saat ini dan kondisi kinerja sistem yang diinginkan. Struktur permasalahan sistem selanjutnya diuraikan menjadi sebuah deskripsi permasalahan sistem (story).

Langkah 3: Pembuatan model
Berdasarkan permasalahan sistem, selanjutnya disusun model sistem yang dimulai dengan menyusun causal loop diagram (CLD) yaitu diagram yang menggambarkan struktur permasalahan sistem dengan variabel-variabel (unsur-unsur sistem) yang ada dalam model, hubungan sebab akibat antar variabel, serta perilaku dan loop yang ada dalam CLD. Setelah CLD selesai disusun selanjutnya dengan penyusunan Stock Flow Diagram (SFD).

Langkah 4: Validasi model
Model adalah tiruan dalam bentuk penyederhanaan dari obyek sistem yang sebanarnya ada di dunia nyata validitas model menjadi indikator penting dari model. Untuk menjamin bahwa model benar-benar mewakili sistem yang dipelajari, perlu dilakukan validasi model. Validasi model diketahui dengan melakukan uji valididtas struktur model. Menggunakan model yang valid kinerja sistem dapat ditirukan dengan melakukan stimulasi model.

Langkah 5: Simulasi model skenario business as usual
Setelah model dinyatakan valid, selanjutnya dilakukan simulasi model dengan skenario business as usual, yaitu simulasi kinerja sistem tanpa ada intervensi terhadap sistem. Simulasi ini memberikan gambaran kinerja sistem, baik kinerja sistem sampai dengan saat ini, maupun prediksi kinerja sistem dari saat ini sampai dengan periode waktu tertentu yang ditetapkan.

Langkah 6: Simulasi model skenario intervensi
Simulasi model dengan skenario intervensi dilakukan dengan beberapa alternatif skenario yang disusun. Hasil simulasi akan menghasilkan prediksi kinerja sistem dari masing-masing skenario. Pemilihan skenario intervensi terbaik dilakukan untuk tujuan optimasi system dynamics yaitu memperoleh kondisi optimal kinerja sistem yang diharapkan.

Langkah 7: Interpretasi dan penggunaan hasil simulasi model
Simulasi memberikan gambaran perilaku model yang menirukan sistem sebenarnya baik dengan skenario business as usual maupun skenario inervensi, sehingga interpretasi hasil model menjadi kunci keberhasilan pemodel untuk mengembalikan pelajaran yang diperoleh kembali ke dunia nyata. Interpretasi dilakukan terhadap kinerja sistem dan perilaku sistem yang terbentuk, baik melalui skenario business as usual dan perilaku hasil intervensi serta gap kinerja sistem yang teradi di antara keduanya. Hasil interpretasi selanjutnya digunakan untuk penggunaan di dunia nyata, antara lain untuk analisis kebijakan.

Sumber acuan:
Soesilo, Budhi dan Karuniasa, Mahawan. 2014. Permodelan System Dynamics Untuk berbagai bidang ilmu pengetahuan kebijakan pemerintah dan bisnis. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Artikel ini juga dapat dilihat pada kompasiana.com
Share: