Mengevaluasi validitas data

olap.com/
Di saat survei lapangan maupun survei instansi untuk mendapatkan data primer dan data sekunder, seorang perencana selalu dihadapkan pada jenis data yang beraneka ragam serta tidak jarang berbeda antara satu sumber dengan sumber lainnya. Meskipun data yang dicari sebenarnya sama. Evaluasi terhadap kualitas data primer dan data sekunder sangat diperlukan untuk memastikan apakah data yang digunakan benar-benar valid ataukah tidak. Dan tentu untuk menghindari GIGO (garbage in garbage out). Berikut diberikan beberapa prinsip yang bisa digunakan untuk mengevaluasi data dan informasi yang sudah di dapatkan dari lapangan:
  • Relevance: evaluator harus dapat menilai relevansi data dengan topik atau kajian perencanaan yang sedang di lakukan. Evaluator harus dapat memastikan mengenai tingkatan kedalam informasi dan data yang diperlukan.   
  • Authority: Memastikan sumber data, apakah memang kredibel ataukah tidak. Sumber data yang dimaksud dapat berupa lembaga, perorangan, penerbit maupun bidang keahlian dari penerbit.  
  • Timeliness/ Currency: Mempertimbangkan waktu data dan informasi diterbitkan, apakah cukup up to date dengan topik bahasan yang sedang dikerjakan.
  • Validity/ Accuracy: Memastikan bahwa data yang didapatkan benar-benar valid berdasarkan metode pengumpulan, pengukuran data yang dapat dipertanggung jawabkan secara scientific. 
  • Argument: Untuk data-data sekunder, pastikan argument penulis benar-benar obyektif berdasarkan data dan metode yang tepat. 
  • Coverage: Cakupan data pada lokasi wilayah tertentu dan waktu tertentu.  
  • Bias/ Objectivity : pertimbangkan obyektivitas dan bias-nya data dan informasi yang diberikan oleh sumber informasi dan data. 


Artikel ini juga dapat dilihat pada kompasiana.com
Share: