, ,

Suramadu Penyambung Cita Rasa Sinjay

Hai fellas..

Gimana apakah sudah berangkat liburan lagi?? Kayanya pengen rasanya tiap hari isinya jadi traveller dan menulis. Disamping itu, saya masih punya mimpi untuk single traveller. Kemana aja, tempat yang menarik untuk dijalani karena travelling itu ga harus mahal kan, seandainya kita bisa berhemat diperjalanan juga kita tetap aja perjalanan kita bakal menarik.

Oke cerita saya kali ini, tentang Surabaya. Sura dan Baya ada simbol dari ibukota provinsi Jawa Timur ini. Gw kesana untuk menghadiri acara dengan beberapa teman kantor kami. Ada beberapa kesan yang menarik waktu gw sampai ke kota dengan ikon ikan hiu dan buaya ini. Begitu rombongan sampai di malam hari kesan yang saya dapatin dari kota itu ada tenang dan menyenangkan. Jalanan disana cenderung lebar dan dimedian jalan pasti terdapat Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang lumayan luas. Kondisi tersebut jarang sekali terjadi di kota-kota besar di Indonesia, bahkan mungkin di ibukota Jakarta bahkan median yang sangat rindang dan tertata rapih hanya disebagian jalan utama saja. Berbeda dengan Surabaya dimana-mana taman di median jalan atau bahkan sekedar RTH yang cukup luas konsisten bahkan untuk daerah yang jauh dari pusat kota. Bahkan taman di median jalan tak jarang terdapat aktivitas untuk sekedar bermain atau sekedar ngobrol. Salut dengan Ibu Wali!! Oke mungkin konsepnya sama dengan Bandung yang fokus untuk menyediakan ruang khusus yang diciptakan peruntukkannya sebagai kawasan taman ataupun tempat aktivitas khusus. Tapi ide ini cukup kreatif dimana menciptakan ruang-ruang terbuka disepanjang jalan (yang pasti pemiliknya adalah pemerintah) dimana juga dapat mengurangi polusi dan panas yang ada di suatu kota. Mungkin sedikit saran saja kedepannya dapat menciptakan ruang terbuka biru yang juga dapat mengimbangi curah hujan kota Surabaya yang cenderung rendah.

Source: Dokumentasi Pribadi
Berbicara tentang curah hujan, Kota Surabaya bisa dibilang sebagai kota yang luar biasa PUANAAASSS sekalii... ruang terbuka biru mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk memberikan evaporasi terhadap udara sehingga menghasilkan bulir - bulir hujan di Kota Surabaya. Jadi waktu kami disana kami melakukan perjalanan menuju Pulau Madura melalui Suramadu. Yaps, Jembatan terpanjang ketiga di Asia Tenggara itu, memiliki kharisma yang sulit dijelaskan dengan kata-kata siih. Saya yang baru pertama kali datang ke Surabaya dan melalui jembatan itu cukup terkagum karena secara design jembatan itu sangat mirip dengan Tower Bridges. Iya Tower Bridges di Inggris. Luar biasa keren banget. Trip siang itu melalui selat madura dengan lancar karena kabarnya seandainya angin cukup kencang ada larangan untuk melalui jembatan tersebut. Tapi ya siapa ngerti hehe. Untuk melalui jalan tol sepanjang 5,4 Km ini kita hanya butuh merogoh kocek 15 ribu rupiah aja untuk berkendara dengan mobil. Jadi kalau mau jalan jalan ke Pulau Madura cukup murah kan kalau berkendara dengan mobil. Atau apabila para backpacker ingin menyewa motor bias juga melalui jalan tersebut dengan biaya GRATIS alias FREE. Selain dengan mobil atau moto untuk mencapai Pulau Madura kita juga bisa menggunakan kapal feri. Kita akan melalui pelabuhan paling besar di Surabaya yaitu Tanjung perak seandainya mengunakan feri untuk menyebrang menuju dan dari Surabaya. Di kapal akan menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan dan memiliki kesan sendiri siih seandainya menggunakan feri. Tapi sayang rombongan saya tidak naik feri hari itu.
Pertama kali menjajakan kaki di Pulau Madura adalah pulau tersebut termasuk pulau yang tidak terlalu berkembang dibandingkan beberapa pulau yang termasuk besar di Indonesia, seperti bangka ataupun belitung atau bahkan pulau pulau kecil di kepulauan seribu. Pada saat keluar tol Suramadu, pulau yang ditahun 2015 sempat digadang-gadang untuk dijadikan provinsi baru di Indonesia ini, terlihat memiliki penduduknya yang masih terbilang sangat jarang, dan jarak untuk kita bertemu rumah dari satu lokasi lumayan jauh. Padahal kalau kita lihat bukan termasuk daerah yang tandus, masih ada beberapa pekerjaan pertanian disana, namun seperti kota yang tidak punya aktivitas ekonomi yang besar. Bahkan Kementerian PU punya lahan yang cukup besar disana tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal menarik yang dapat ditemui dari Pulau Madura adalah kuliner Bebek Sinjay dan juga skyline Kota Surabaya yang dapat dinikmati dari pinggir Selat Madura tersebut. Luar biasa, seandainya itu dapat dikelola dengan baik pasti akan dapat menjadi tempat pariwisata yang menarik seperti Jembatan Ampera di Kota Palembang. Kenapa demikian, karena dilihat di siang hari saja skyline tersebut dapat terlihat dengan jelas walaupun karena jarak jadi terlihat sangat kecil. Namun apabila malam dan tempat tersebut dikelola dengan baik saya yakit tempat tersebut akan menjadi daya Tarik tersendiri atau bahkan dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi baru untuk masyarakat Madura pada khususnya. Fotonya gw bagi dibawah sini yaa..



Source: Dokumentasi Pribadi
Edited by: Cipta



Keren ga?? (Itu jadi lebih keren karena peran editan temen gw. Aslinya gw mah bukan orang yang bisa fotografi hehhee... Jadi nikmatin aja yang ada ya, hihihii....) Lanjut ke Bebek Sinjay ya.. Tempat makan ini adalah tempat makan yang RUAAAMEENEEE PUUOOLL sampe bingung nyari tempat duduk dong. Ngantri belinya aja panjang banget, belum lagi ngantri ngambil makannya. Warbiasyahh pokoknya. Eits, tapi jalan salah tempat ini cukup worth it loh untuk dikunjungi selagi kita mampir ke Pulau Madura. Menu utamanya bebek goreng, kalau Bahasa Surabayaan tuh bilangnya "iwak bebek", ahhaa.. Iwak ( red : artinya ikan dalam Bahasa jawa ) atau bebek siih pak hehee... Tempat makan itu memang tempat makan yang ramai sepanjang masa. Menu favoritnya pastinya ya bebek kawan, udah ga ada yang lainnya. Pertama masuk kesana hal yang perlu dilakukan adalah dibagi menjadi 2 tim yang 1 adalah pengantri pesan makanan dan yang lainnya mencari bangku kosong untuk duduk. Karena antrian panjang jadi ga semua orang kebagian tempat duduk. Terpaksa harus menunggu pengunjung lainnya selesai makan. Tapi ga perlu takut makanan ga bakalan datang duluan sebelum kita duduk karena setelah proses membayar masih ada lagi proses mengantri makan dan minuman. Selesai kamu bayar kamu dapat mengantri lebih dari 20 rombongan pesanan. Luar biasa magis banget kan makan dengan kerumunan orang begitu. Kepikiran ga berapa omzet Pak Sinjay seharinya? Hhahaha.. Khasnya selain bebek tadi sambal manga yang dimakan bersama bebek goreng berserundeng tersebut. Kabarnya kalau manga sedang sulit sambal itu juga dicampurkan dengan kedondong. Tapi itu sensasinya enak banget siih asin gurih ditambah dengan kecut kecut yang menyegarkan dari manga ataupun kedondong dari sambalnya. Pokoknya kalau udah sampai Pulau Madura harus mampir kesini. 

Kesan menarik banget makan Bebek Sinjay yang dihubungkan dengan jembatan Suramadu, sehingga lebih mudah untuk menjangkaunya hehe.. Seandainya adalagi kegiatan ekonomi yang dapat menjadi trademark ataupun pertumbuhan ekonomi baru pasti Pulau Madura dapat menjadi salah satu pulau yang potensial dimana telah dihubungkannya pulau tersebut dengan Ibukota Provinsinya, Surabaya. Jadi, jangan lupa main - main ke Meduro yo Rek kalau ke Surabaya.

See ya fellas.. :)

Share:
Read More
, , ,

Malaysiaa Story.....


Saya dan tim sebenernya punya blog pribadi dan blog ini sebenerya media untuk kami sharing tentang banyak pengalaman yang kami dapat dari perjalanan yang udah kami lakuin sebelumnya. Mau cerita sedikit aja tentang terbentuknya tim ini. Buat gw pribadi, tim ini ada tim paling nyaman dan paling kece yang pernah ada. Gw pribadi merasa tim ini selalu memberikan energy positif untuk gw terus berkembang, banyak banget energy yang disebar untuk tim maupun untuk pribadi, semoga tim ini terus jadi tim solid yang banyak memberikan pengaruh positif yaa....

Okay kami sepakat tema dari blog ini terkait dengan traveling yang pernah kami lakukan. Okay gw akan mulai dari trip saya dan mba Nikmah ke Malaysia. Kenapa kami kesana? Kami ke Malaysia lebih tepatnya ke Kuala Lumpur untuk join acara UN - Habitat Ninth World Urban Forum (WUF9). Mungkin temen-temen juga pada dengar tentang acara Akbar itu dan sebagian mungkin menghadiri acara tersebut. Sebenarnya gw juga udah sharing beberapa cerita tentang materi WUF9 dan kebodohan traveling ke KL juga di blog gw. Tapi ini gw share yang agak sedikit berbeda ya..

Kesan Pertama
Kesan pertama ke KL setelah sekian lama ga pernah travel ke luar negeri adalah KL jadi semakin semakin semakiiinn lebiiihh kereen dari tahun 2012 lalu gw kesana untuk backpackeran. Apa bedanya? waktu 2012 masih banyak banget pekerjaan prasarana yang lagi dikerjakan, kaya MRT, Halte-halte yang terintegrasi dan ini sudah semakin rapih. Atau mungkin dulu gw tinggal di pinggiran kota (tepatnya di little india), kalau ini di pusat kota ya jadi semuanya terkesan rapih. Semua jalur pedestrian sudah terintegrasi langsung dengan halte bus dan juga pintu masuk LRT dan MRT. Dan yang bikin makin betah untuk jalan kaki adalah jalur pejalan kaki ( pedestrian ways) nya itu rindang banget atau kalau ga rindang ada semacam balkon yang ngehalangin sinar matahari dan hujan. Jadi kaya halte yang puanjaaaanngg banget. Itu yang hampir ga ada di pedestrian ways di Indonesia kayanya. Jadi kalau hujan ya kita bias neduh dan kalau panas ya ga bakalan kepanasan banget. dan itu adalah first impression yang menarik buat gw sih.

Perjalanan ke Kota dari Bandara memang agak jauh siih dan kita harus melewati beberapa pintu tol yang harus otomatis dibayar pakai e-money ( karena Malay akan menuju SMART NATION jadi semua transaksi diusahakan dengan emoney). Sepi dan panjang banget jalan tol itu dari Kuala Lumpur International Airport ( KLIA). Waktu itu dengan uber kita hanya bayar sekitar 90RM yaa karena waktu itu ber3 kita habis sekitar 30RM yang lebih murah daripada kita naik KLIA Express sekitar 55RM. Waktu itu karena delay kita sampai sana sekitar jam 1 malam dan kereta terakhir KLIA Express juga hanya sekitar jam 1 malam kayanya. Jadi naik uber adalah pilihan terbaik.

Malaysia bukan seperti Singapura ya, yang kotanya hidup 24 jam. KL sekitar jam 2 malam ketika kami sampai memang beberapa toko masih ada yang buka tapi tidak semuanya tapi kotanya relative lebih sepi bahkan sepi banget kalau udah lebih dari jam 11 malam. walaupun waktu itu kami tinggal dekat dengan pusat kota. Hampir dekat posisinya dengan Twin Tower dan KL Tower. Mirip dengan suasana malam di Jakarta lah, masih ada beberapa took buka tapi sebagian besar sudah tutup. Tapi begitu pagi mulai keliatan banget kalau acara UN ini super besar banget, karena banyak sekali ornament kota yang jadi berwarna ungu dan bis bis bahkan promosiin ungu, sebagian besar orang yang kami temui dijalan pasti pakai nametag dengan tali ungu yang tandanya mereka adalah bagian dari kegiatan WUF9 UN - Habitat.

Malam yang berkesan yang bikin gw ga mau pulang itu justru baru sadar dimalam terakhir. Tepatnya di Mall Suria tepat dimana kita biasa foto dengan background Twin Tower terdapat pertunjukaan air mancur setiap harinya. Disana ramai sekali turis maupun penduduk asli Malaysia. Pada plasa itu diciptakan ruang publik yang menarik dan menjadi salah satu destinasi menarik untuk menghabiskan malam sambal berfoto atau cuma ngobrol.

Transportasi
Sama halnya dengan Indonesia, transportasi public di KL juga cukup beragam. Mulai dari taksi online sampai MRT, LRT, bus, dan monorail tentunya. Dari semuanya, yang kami coba disana hanya LRT dan bus. Untuk bus, saya pribadi mencoba naik Go KL yang free. Mungkin kalau di Indonesia seperti City Tour di Jakarta yang mengantarkan pelancong ke beberapa destinasi seperti monas, dan kota tua. Tapi Go KL mengantarkan pelancong ke KLCC ke Bukit Bintang yang merupakan pusat perbelanjaan di KL. Kondisi bisnya tidak terlalu penuh dan mengantri tentunya. Semua orang dapat duduk dengan nyaman dan masih banyak kursi kosong tersisa. Jadi cukup nyaman untuk pelancong hehe...

Untuk LRT, kami mencoba menaiki LRT dari KLCC menuju pasar seni. Ongkos kesana kurang lebih 2RM atau sekitar 7ribuan. Ramenya siih bias dibilang sama siih sampe KRL di Jakarta tapi bukan yang jam sibuk ya, hehee.. Karena waktu itu kami jalan sekitar jam 4 sore. Orang yang naik LRT masih nyaman untuk berdiri maupun duduk sambil melakukan kegiatan mereka sendiri ataupun sekedar ngobrol dengan teman.

Untuk materi disana mungkin besok akan kita panjangin lagi cerita ini ya.. Karena keputus tadi jadi gw bingung mau nulis apa lagi hehe... Kalau pengen liat beberapa foto di malay mungkin bias check Instagram gw langsung (disini..). Kalau nulis blog ga langsung upload tuh rasanya gimana gitu.. jadi ini di check langsung publish.

Have a good day fellas..
Share:
Read More

Menikmati kopi tubruk Aceh di Puncak Gunung Geuretee

Kali pertama aku menginjakkan kaki di bumi Aceh, langsung terbersit untuk mencoba nikmat kopinya. Di banyak kedai kopi yang menjamur di setiap sudut kota ternyata aku temukan banyak sekali ragam kopi di sini. bukan hanya Gayo yang sangat terkenal itu, hampir di setiap daerah ternyata memiliki kopi khas. Karena perjalananku menuju Meulaboh maka tidak bisa aku coba langsung nikmat kopi Gayo di ladangnya. Tapi tidak mengapa, karena dalam perjalanan ke Meulaboh aku akan disuguhi nikmat kopinya di puncak Gunung Geuretee sambil melihat langsung sunset di Samudera Hindia. Gunung Geuretee ini berada di Kabupaten Aceh Jaya yang bisa ditempuh 2 jam dari Banda Aceh. 

A post shared by sariffuddin (@kelassarif) on

Mendengar promosi dari sopir travel yang khusus mengantarku dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke Kota Meulaboh, tertarik juga untuk menyisihkan waktu khusus menikmati kopi Aceh tepat di pinggir samudra hindia, tepatnya di puncak Gunung Geurutee di Kabupaten Aceh Jaya. Sangat kebetulan, untuk mencapai Kabupaten Meulaboh aku harus melewati jalan mulus bantuan para NGO Internasional pasca tsunami yang melintasi Gunung Geuretee ini. Indah alamnya tidak bisa diperdebatkan lagi. Googling saja dengan memasukkan nama Geuretee maka mesin pencari canggih ini langsung akan menyajikan berbagai foto-foto alam indah yang terus membuat decak kagum ingin segera mampir dan berlama-lama di sana. Di sepanjang perjalanan, Pak Sopir selalu memberikan tips-tips jitu agar bisa menikmati alam Geuretee lebih baik yaitu di saat sunset. Langsung terbayang bagaimana menyaksikan secara langsung pancaran merah matahari tenggelam di Samudra Hindia. 

A post shared by sariffuddin (@sariffuddin) on
Tepat Jam 18.00 mobil terparkir di salah satu kedai kopi di Puncak Gunung Geuretee ini. di sini sunset berlangsung pukul 18.30 berbeda dengan di Semarang atau Jakarta, biasanya jam 17.30 sudah memancar warna emas matahari dan membentuk mega. Aku memesan kopi tubruk dan mie Aceh. Bukan inisiatifku sebenarnya, lagi-lagi itu rekomendasi Pak Sopir. Kali pertama memegang gelas berisi kopi, tidak heran aku dibuatnya, tetapi setelah sendok kecil aku masukkan untuk mengaduk, tidak henti-hentinya aku berfikir bagaimana cara meminumnya. Bingung aku dibuatnya karena lebih dari setengah gelas berisi kopi bubuk ditumbuk kasar. Setiap kita meminum langsung dari gelas maka ampas kopi akan langsung menempel di bibir. Sulit sekali, kemudian Pak Sopir memberi tahu aku, caranya adalah dengan membuang terlebih dahulu ampas kopi baru bisa di minum. Namun dibalik usaha keras saya meminum kopi ini, ternyata rasanya belum bisa dikalahkan. Aku sudah banyak sekali keluar-masuk warung kopi tradisional maupun modern di Kota Semarang mau Jakarta, dan semua itu belum ada yang bisa mengalahkan kopi di Puncak Gunung Geuretee ini.

A post shared by sariffuddin (@sariffuddin) on
Sensasi kecut after teste pait kopi sangat kuat dan mendominasi. Nikmat sekali. Di tambah minum kopi sambil menikmati desir ombak samudra hindia dari kejauhan. Mata kita akan dimanjakan oleh hijaunya ladang pertanian dan batu-batu karang raksasa. Menambah semakin 'romantisnya' perjalanan dan suasana. Bagi yang mengajak pasangan, ini adalah spot teromantis tanpa ada sedikitpun yang bisa disangkal. Sedikitnya ada 15 lapak warga berdiri tepat di tebing yang disokong oleh banyak sekali tiang kayu penyangga. Namun, jangan sekali-sekali meninggalkan makanan, snack, dan handphone begitu saja. Banyak monyet-monyet nakal bergelantungan yang setiap saat menyerobot dan menjatuhkannya. Mereka hanya takut sama pemilik warung. 


Ilustrasi (dokumentasi pribadi)
Di sini, di tanah rencong, kedai kopi menjadi bagian kehidupan mereka. Sebelum menjamurnya 'wabah' kopi di pulau jawa, di sini sudah berdiri kedai-kedai kopi yang menawarkan berbagai varian olahan. Tidak hanya tubruk, kopi tarik seperti yang ada di Malaysia juga sangat mudah kita dapatkan. Dan yang baru trend saat ini adalah esperso racikan tradisional. Benar-benar menjadi bagian dari kehidupan warga, mau santai, rapat di tempat kerja hingga menerima tamu semuanya sering dilakukan di kedai kopi. Jika beruntung, disaat musim durian, kita juga akan mendapatkan tawaran buah ajaib ternikmat ini. Murah, jauh lebih murah dibandingkan di Jawa. Pernah aku membelinya hanua Rp. 24.000,- untuk tiga biji tanpa zonk.

Share:
Read More
,

Urbanisasi dan Kampung Kota

Kampung kota atau informal settlement menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kota-kota Indonesia. Kampung ini terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan penduduk kota akibat pertumbuhan alami (fertilitas dan mortalitas) dan juga karena urbanisasi. Bahkan proyeksi yang dilakukan oleh BPS memperkirakan tidak kurang dari 68% penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada tahun 2025. Fakta lain yang diungkap oleh Kementerian Perumahan Rakyat (2009) menyebutkan bahwa sebanyak 70 - 85% penduduk kota masih bergantung pada perumahan informal ini. 


Fenomena kampung kota di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari fenomena pertumbuhan kota-kota di negara berkembang yang cenderung menjadi mega cities. Kota-kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya terus membesar dan menjadi kota yang ’obesitas’. Karena jauh dari sentuhan perencanaan formal, maka kampung kota sering dicirikan dengan ketidakteraturan, ketidakseragaman, ketidakmapanan, dan bahkan ketidakamanan serta ketidaksehatan (Setiawan, 2010). 

Tidak sedikit sindiran/ satir yang bermunculan menanggapi fenomena informalitas perkotaan ini. Sektor ini muncul di luar perencanaan formal yang dibuat oleh para perencana kota baik di RTRW maupun RDTRK. Dokumen perencanaan formal yang tersusun tidak bisa memprediksi sektor-sektor informal yang akan muncul, termasuk di dalamnya adalah permukiman informal.

Bagaimana kampung bisa muncul?
Setiawan  (2010) guru besar perencanaan wilayah dan kota UGM berpendapat bahwa munculnya kampung kota tidak bisa dilepaskan oleh urbanisasi. Semakin sempitnya lapangan usaha di pedesaan memaksa warga desa untuk pergi ke kota  guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Ketatnya kompetisi menjadikan tidak semua orang yang datang ke kota bisa bertahan dan mendapatkan pekerjaan seperti yang mereka impikan. Alhasil, mereka terpinggirkan, termarjinalkan dan menjadi kelompok  yang rentan. 

Untuk bertahan hidup, kelompok masyarakat ini mengelompok dalam lahan marginal yang murah, dan jauh dari fasilitas premium perkotaan. Mereka menyelenggarakan 'perencanaan dan pembangunan' rumah tinggal sendiri sesuai dengan kapasitas mereka dan norma-normal mereka yang tidak terlembagakan. Dan ini menjadi dasar housing authonomy yang tidak memilik standar jelas dan aturan jelas.

Akan tetapi, di balik ketidakteraturan perkampungan terdapat kemampuan adaptasi masyarakat terhadap lingkungan yang sangat khas. Setiap perkampungan memiliki norma lingkungan  yang berbeda-beda dan unik. Bahkan bisa diperkirakan bahwa jika terdapat 1.000 kampung maka dimungkinkan terdapat 1.000 karakter pula. Ini menandakan adanya ciri khas lokasi yang sangat lekat dengan kondisi sosial penduduknya.

Referensi:
Setiawan, Bakti. 2010. Pidato pengukuran guru besar - Kampung Kota dan Kota Kampung: Tantangan Perencanaan Kota di Indonesia. Yogyakarta: UGM. Available at: http://pidato.net/2691_pengukuhan-prof-ir-bakti-setiawan-ma-ph-d (di akses 14 April 2015)
Share:
Read More
,

Promoting CSR to Support Sustainable Development



I've just read an interesting article that was shared on national geographic’s site. That article was written by Peter Seligmann who is the Chairman and CEO of Conservation International. It shows us different perception who is the person that conserve the earth is the big bussiness through article entitled “Are big businesses our best hope for sustainability?”. He said that Earth’s future is in the hands of big business. Big business had a movement to protect the environment comprehensively for our nature protection. On that article shared that big business like Starbucks’, Nike, and Coca-Cola, realized they should be good stewards of the resources to make they still survive in that industry. Maw, whose company connects students and professionals, on businessnewsdaily.com also said that “sustainability isn't just important for people and the planet, but also is vital for business success”. Many things that big business do for conserving our environment like partner with conservation international innisiation, lead to breakthroughs in energy efficiency, reduce waste, and protect resources around the world.

That article mentioned that big business is in the position to reverse the global systemic threats we face as climate change, mounting resource demand and ecosystem degradation. During this time, the role of private sector has a bad image in the protection of natural resources. But contrastly, coverage of big business can develop a system for conservation that not only improve, but also requires stability and continuity be a good investment.


What is Coorporate Social Responsibility?


That concept which talked above called Coorporate Social Responsibility (CSR). CSR is important issue in business that began to understand how economic growth is linked to social and environment well-being. CSR become forward-thinking of company to invest sustainability into the core of their business operation. It can be create shared value for business and guide their future progress. It happens because CSR focuses on healthier and more productive world that may develop their projects to the highest standards of energy efficiency and occupant health, while creating an architecturally resonant project that reflects our mission and vision (Devin Thorpe on forbes.com). While interviewing company in USA, Thorne got various responses for the benefit of CSR and cause marketing for the company, 51 of 59 believe that they have happier employees and 45 of the 59 believe they end up with better employees, either as a result of being able to attract better talent or that the CSR programs help to develop better employees.


How do Indonesia implement CSR as developing country?


As developing country, existence of CSR in Indonesia is really important that was not only important for economic growth but also for society. Indonesia attract significant investments of multinational corporations. Therefore, given that during this year violations of workers' rights and environmental damage have been expanded, the promotion of CSR is very important because it can create a more conducive business environment for fair business practices and is responsible for both multinationals and local contractors alike. CSR has implemented on Goverment Regulation No. 47/2012 that give responsible to companies’ Boards of Directors for the preparation of a social responsibility plan and budget. It also deals with incentive for the company that approving the law and sanction for the companies which do not fulfill the CSR obligation. But CSR is still complying as a cost likely to burden companies, instead of being perceived as an investment which could potentially lead to increased economic competitiveness and to a fairer and more inclusive economic growth. That could happen because of different perception among various social-economic player, a certain degree of ambiguity in the law, and weak law enforcement are currently slowing down the homogenous reception and implementation of social responsibility in Indonesia (Federica Gentile on ubibusiness.com). Noticed some issues that have arisen as a result of the low accountability and contribution from the company to society, CSR is important to note back with the investment policy to increase economic growth during this goverment period.



References:
http://voices.nationalgeographic.com/2015/04/09/big-business-may-be-our-best-hope/
http://www.env.go.jp/earth/coop/eco-csrjapan/en/indonesia.html
http://www.ubibusiness.com/topics/regulations/corporate-social-responsibility-regulation-in-indonesia-/ 
http://www.forbes.com/sites/devinthorpe/2013/05/18/why-csr-the-benefits-of-corporate-social-responsibility-will-move-you-to-act/
Share:
Read More
, ,

Biomassa Sumber Energi yang Potensial untuk Indonesia



Sewaktu jalan-jalan ke toko buku sabtu lalu, saya tertarik pada suatu buku yang menjabarkan tentang biomassa. Kemudian muncul pertanyaan kenapa biomassa. Apa sebenarnya biomassa itu sendiri. Biomassa merupakan sumber energi, dapat menjadi sumber bahan bakar, yag dihasilkan dari bahan-bahan biologis yang terdapat dialam, seperti sampah, sisa pembuangan hewan, bahkan residu dari tanaman pangan ataupun perkebunan. Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa biomassa merupakan sumber energi yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Kemudian saya menyadari hal tersebut, karena sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah. Sumber daya alam, mulai dari tanaman yang berada di hutan hingga tanaman budidaya semuanya dapat dikembangkan sebagai sumber energi biomassa. Disamping itu, sumber energi biomassa bukan hanya dari tanaman, dari hewan juga dapat dikembangkan sebagai bahan dasar pengembangan biomassa. Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia juga memiliki banyak peternakan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Dengan adanya kebijakan pemerintah baru yang ingin mengembangan Indonesia untuk swasembada pangan, kebijakan penerapan biomassa juga dapat mengimbangi kebijakan tersebut. Adapun proses dari biomassa sendiri dapat diperbaharui dan merupakan salah satu sumber energi baru yang sustainable.

Apakah sudah dikembangkan di Indonesia?
Secara lokal biomassa dapat ditemukan di beberapa desa di Indonesia. Biomassa yang dikelola masih dalam konteks yang relatif lebih sempit seperti penyediaan biogas dari kotoran sapi ataupun sisa hasil pertanian. Indonesia telah mengembangkan konsep tersebut di beberapa wilayah di Pulau Jawa diantaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hasil pertanian yang besar sangat mendukung untuk pengembangan biomassa walaupun dalam skala kecil. Hasil pengolahan tersebut dirasakan masyarakat dalam bentuk LPG untuk kegiatan masak ataupun jaringan listrik lokal yang dirasakan beberapa blok rumah.
Indonesia secara besar telah menyusun dan berusaha mengembangkan integrasi biomassa ini di Provinsi Papua. Proyek dengan nama Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) merupakan inisasi untuk menciptakan sumber energi terbarukan di Indonesia. Provinsi Papua yang telah ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional menyimpan potensi pertanian yang cukup besar. Disamping itu, kegiatan utama di Papua merupakan kegiatan pertanian dan pertambangan. Adanya optimalisasi pertanian akan berbanding lurus untuk mengusung konsep biomassa di Papua. Pada tahun 2009 Indonesia dibantu dengan AusAid telah berhasil menyusun Kebijakan Umum Provinsi Papua untuk Mempromosikan Penanaman Modal di Bidang Bahan Bakar Nabati (BBN). Kebijakan tersebut mendukung adanya pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan pembangunan ekonomi dan sosial untuk kesejahteraan rakyat Papua. Adanya konsep tersebut juga akibat adanya prediksi adanya lonjakan permintaan terhadap bahan bakar nabati ataupun biomassa di pasar internasional. Bahan baku utama BBN yang dikembangkan pada wilayah Papua salah satunya adalah kelapa sawit. Selain Papua beberapa wilayah yang juga memiliki potensi pengembangan BBN diantaranya adalah Wilayah Sulawesi dan Bali-Nusa Tenggara. Besarnya peluang pengembangan biomassa sebagai sumber energi baru terbarukan didukung oleh anggaran pemerintah yang menyebutkan alokasi pendanaan untuk EBT mencapai 40% dari anggaran APBN yang direncanakan pada tahun 2016.


Share:
Read More
, ,

Kenapa harus peduli terhadap lingkungan

Ketika perjalanan menuju bandara sabtu lalu, saya memperhatikan gedung yang ada di Jakarta. Kemudian saya melihat satu gedung dimana terdaoat bagian gedung yang menjiring keluar dan disana ada beberapa pohon besar yang dapat diperkirakan sebagai sebidang taman. Kemudian saya berpikir tentang semua hal tentang lingkungan. Memang pembahasan ini sudah lampau tapi hanya mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga lingkungan. 


So We Should Care about Environment?

Dari sebuah website yang saya baca, eco friendly harusnya dimulai dari bagian terkecil dari dunia. Kalau kita tarik lagi apa bagian terkecil dari dunia? Yap, individu. Artikel yang berjudul “10 Reasons To Go Green Starting Now” tersebut menegaskan daur ulang alami dapat dimulai dari individu. Kemudian ditegaskan bahwa kembali pada issu global warming and climate change merupakan isu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, kebiasaan manusia, etnik dan perdamaian. Oleh karena itu, tindakan dari satu orang akan sangat memberikan perbedaan terhadap dunia. Karena berbicara soal lingkungan mengarahkan kita untuk mengerti tentang gambaran besar sikap dimana seluruhnya dunia akan terkait.

And What We Can Do?

Lalu hal kecil apa saja yang dapat kita lakukan?
  1. Daur ulang sampah, fenomena ini saat ini mulai menjadi tren dimana tempat sampah mulai dipisahkan antara sampah yang dapat didaur ulang dan tidak. Di Indonesia sendiri sudah berusaha menerapkan hal tersebut, mungkin untuk menjaga keberlanjutannya masih agak sulit. Pengetahuan terhadap sampah seharusnya juga dapat dijadikan iklan layanan masyarakat sehingga dapat membedakan tempat sampah sendiri apabila bertemu tempat sampah yang banyak di jalan jalan utama perkotaan. Disamping itu selain bisa memilah sampah tersebut, sebaiknya tiap individu dapat mengontrol penggunaan barang barang yang sulit didaur ulang, seperti plastik dan kaca, atau mungkin dapat mengolah barang tersebut menjadi barang yang lebih bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
  2. Menggunakan transportasi umum dan bersepeda lebih menyenangkan, beberapa permasalahan dunia terkait dengan lingkungan adalah meningkatnya polusi udara tertutama didaerah perkotaan. Permasalahan lainnya adalah semakin berkurangnya bahan bakar fosil yang ada didunia. Mungkin cara yang paling tepat adalah bersama sama menggunakan transportasi massal atau bersepeda untuk mengurangi tingkat kemacetan atau bahkan mengurangi polusi yang ada. Melihat tren perkembangan kota di Indonesia, sprawl menuju kawasan pinggiran kota sudah menjadi pilihan dari masyarakat. Oleh karena itu, kemacetan tidak dapat dihindarkan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyebutkan bahwa dampak dari kemacetan menimbulkan terhadap polusi udara mencapai 3 triliyun dan terhadap waktu sebesar 2,5 triliyun. Untuk itu, seluruh pemerintah kota sudah gencar untuk menyediakan BRT disetiap kota, tinggal pilihan kita sebagai masyarakat untuk memanfaatkannya. 
  3. Yang paling penting berikutnya adalah air merupakan sumber daya yang paling utama di dunia. Tanpa air makhluk hidup tidak dapat melanjutkan hidupnya dengan baik. Air menjadi penting apabila air tercemar kita akan kehilangan air baku yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, jangan biasakan membuang sampah di sungai ataupun kali karena hal tersebut dapat mencemari air. Disamping itu, untuk menjaga sumber daya air sebaiknya dilakukan reboisasi atau penjagaan yang ketat pada sumber air di bagian hulu sehingga air yang dimanfaatkan di hilir dapat bersih karena lingkungan yang terjaga. Lalu apa yang bisa dilakukan individu? Mulailah membawa tumbler sendiri selama beraktivitas, karena botol plastik tempat minuman merupakan salah satu jenis sampah yang sulit dihancurkan. Dengan membawa tumbler kita akan mengurangi jumlah sampah plastik yang harus dihancurkan.
Share:
Read More

Field Trip Study Report: Fisheries as a Potential sector to Develop Local Economic in Serang Municipality

Strategic planning for local economic development is important. It is a cornerstone of sustainable development. It involves wise resource use, integrating values and thinking ahead. These are demanding tasks that can be intimidating, and at times, overwhelming (Un-Habitat, 2005). Local economic development (LED) strategies  or using other terms, local and regional development programmers’ have now for more than two decades been increasingly recommended by scholars, practitioners, NGOs and some international organizations as a complement, if not as an outright alternative, to traditional top-down development strategies(Pose, 2013). It means that local economic development as new development paradigms that can be adopted in certain area which have own local potency. It also occurs in Serang Municipality. The local government start to concern their development in minapolitan as Local economic based on Fisheries. In serang Municipality, there is  National Fishery Port (Pelabuhan Perikanan Nasional, PPN) has a play role to support local development. PPN Located in Karangantu Sub-District is expected to play their role as growth center and multiplier effect to other sectors in Serang Municipality and other districts in Banten Province. Furthermore, this report explain about fisheries sector as a potencies to develop local economic in Serang Municipality.





Fisheries sector in Serang Municipality is characterized by the availability of National Fisheries Port (Pelabuhan Perikanan Nasional, PPN). PPN Karangantu was built in 1975/1976 with a land area amount 2,5 Ha and had been operated and become technical unit (UPT) of Directorate General of fisheries by namely Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP). In linier with developing and increasing operational port, in December 30th, 2010 trough regulation from ministry of fishery and marine no: PER.29/MEN/2010 Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Karangantu changed their name became Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu. 
PPN Karangantu located in Kasemen sub-district. All of fishery product in Serang municipality comes from Kasemen. Furthermore, Kasemen sub-district has significant play role in economic growth of Serang Municipality. From this potency, the government had been crated regulation related with developing of Minapolitan as local economic based on fisheries. Minapolitan is a development concept of fishery and marine based on leading fish product. Minapolitan program in Serang Municipality had been developed in Kasemen sub-district in accordance with decree of serang mayor no. 523/Kep.116 Org/2011. PPN Karangantu became more concern to develop, because there have some urgency related to the local economic development:
1.       geographic condition (Overlooking the java sea and able to reach out south china sea)
2.       Supporting fishery entrepreneurship (Utilization potential fishery resources)
3.   As Growth Center and Multiplier effect to other sectors (Encourage economic growth for the local community)
4.       Center of marine fisheries  (Linkage between fisherman and buyer)
5.       As place for social interaction among the community  (Protect the socio economic and local wisdom)
In term of local economic development, in Serang Municipaliy there is certain local product related with fish production. kurisi fish (Nemipterus sp.), teri fish (Stolephorus sp.), tongkol fish (Auxis thazard), lemuru fish (Sardinella longiceps), layang fish (Decapterus sp.), tembang fish (Sardinella fimbriata), kembung fish (Rastrelliger sp.), selar fish (Selaroides sp.), udang jerbung (Penaeus merguiensis). From several fish production, in Serang Municipality there is also leading production to develop. They are Damersal fish, bandeng fish, meatball fish, bandeng satay. Especially bandeng fish, in Serang Municipality it have been manage and been added value to increase their value. it become special product and only develop in Serang Municipality. Other local potencies in term of Local economic Development in Serang Municipality is marine tourism. It can be seen from the PPN karangantu area had been supporting by tourism facilities such are small dermaga in a long side river and several tourism boat. Based on local government state, the government will develop marine tourism to support PPN Karangantu activity in order to attract the tourist come to PPN Karangantu. Furthermore, it will increase income for the local people and local revenue. Local government in Serang Municipality also support for developing of PNN Karangantu as minapolitan area by some policy, consist of:

  1. Developing leading commodity such as Bandeng fish and Bandeng Satay
  2. Developing minapolitan area based on local potential
  3. Developing fishery cultivation activities and sea fish to encourage fisheries production
  4. Encourage Minapolitan area of Serang Municipality as the biggest trade center in Banten Province and giving contribution for national fisheries production
  5. Encourage accelerate of development in minapolitan area trough increasing of government and private investment.




Fisheries sector in Serang Municipality had been supported by PPN Karangantu. PPN Karangantu become center activity related with fish product. In term of Local economic development, at least there is 3 main components that should be available. First is Local product, in Serang Municipality, there have several leading product in fish and it had been developed and add value become other product. Second is there is Local empowerment, it can be seen from the local community in serang Municipality, they had been participate in fisheries sector such as fisherman, trader, and owner of entrepreneurship. And the third is supporting by local government. Local government in Serang Municipality supporting local economic development by some policy regarding to increase fisheries activity and protect coastal area by minapolitan concept. In other hand local government also support in tourism activity, it can be seen from the marine tourist facility such as marine boat, and small dermaga in along side of the river in PPN Karangantu area. From Local economic development in Serang Municipality, it also can be provide job opportunity for the local people.


References:
Andres, Rodriguez-Pose and Tijmstra Sylvia. 2009. On The Emergence and Significance of Local Econimic Development Strategies. Venezuela: CAF Documento de trabajo
City of Umhlathuze.  Local Economic Development Strategy 2008-2011.
Bappeda Kota Serang. 2013. Pengembangan Minapolitas Ekonomi oOkal Berbasis Perikanan.
Bappeda Kota Serang. 2013. Profil Minapolitan Kecamatan Kasemen Kota Serang.

Share:
Read More